PERAN ORANG TUA DALAM MEMBANGUN RASA PERCAYA DIRI ANAK

PERAN ORANG TUA DALAM MEMBANGUN RASA PERCAYA DIRI ANAK

Oleh : Maslikhah

 

I.                    PENDAHULUAN

Orang tua dibelahan dunia manapun menginginkan anaknya adalah yang terbaik dalam segala hal. Untuk mencapai keadaan tersebut diperlukan cara atau usaha yang salah satunya adalah melalui pendidikan. Pendidikan secara hakiki menjadi bagian yang tidak terpisah dari berbagai kebutuhan dasar manusia. Pendidikan merupakan hajat orang banyak dan akan menjadi penting bagi setiap manusia. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka semakin luas wawasannya, pola pikir dan  perilakunya. Pembangunan pendidikan pada anak merupakan investasi masa depan, oleh karena itu perlu dipersiapkan dengan matang dan melalui proses yang panjang. Oleh karena itu orang tua membutuhkan tips-tips atau cara-cara agar pendidikan anaknya menjadi lebih bermutu dan anaknya menjadi anak yang lebih percaya diri.

 

II.                  MENDIDIK DAN MEMBANGUN RASA PERCAYA DIRI PADA ANAK.

Siapapun yang memiliki anak tahu betul bahwa kehadiran “malaikat kecil” itu suatu anugarh yang tak ternilai tapi kadang – kadang bisa membuat stress. Penting bagi orang tua untuk memberikan pendidikan dan menyampaikan nilai – nilai yang baik sejak anak – anak masih kecil. Tetapi yang lebih penting lagi adalah memunculkan rasa percaya diri pada anak, sehingga anak akan lebih dapat menunjukkan dirinya sendiri. Di bawah ini adalah beberapa tips atau strategi untuk membantu membangun rasa percaya diri pada anak .

1.      Bicara dengan anak dan mencari tahu apa masalahnya.

Dalam hal ini komunikasi yang efektif sangat diperlukan untuk membangun hubungan yang sehat dan langgeng. Anak – anak mungkin merasa takut, tidak bisa dan merasa tidak aman dengan intimidasi. Hal ini penting untuk membangun kepercayaannya dan membiarkan anak memberi tahu kita, mengapa ia merasa tidak yakin dengan dirinya sendiri sehingga secara bersama – sama dapat mencari solusinya.

2.      Membantu anak menemukan kegiatan yang membuat anak senang.

Beberapa anak dilahirkan dengan suara yang luar biasa, dan beberapa anak memiliki struktur tulang dan otot yang bisa membuat mereka menjadi atlet yang hebat atau juga ada anak yang mempunyai imajinasi luas untuk bercerita. Dalam hal ini peran orang tua adlah mencari tahu apa bakat alami yang dimiliki anak. Orang tua berkeajiban untuk membantu agar anak terlibat dalam kegiatan yang paling menyenangkan baginya. Menari, bermain music atau sesuatu yang lebih pragmatis seperti matematika semuanyaadalah pilihan yang baik. Hanya saja harus kita memastikan kalua anak kita termotivasi.

3.      Jadilah pemaaf kepada orang lain dan tunjukkan pada anak bahwa kasih sayang adalah merupakan kebaikan.

Semua orang pernah membuat kesalahan dan itu merupakan bagian dari erlatih memaafkan, kita membiar anak kita tahu bahwa apapun yang kesalahan mereka karena sejumlah alasan, itu baik – baik saja. Hal ini juga menunjukkan kepada mereka bahwa meskipun orang terkadang berdebat dan perasaannya terluka, cobalah beempati dan berkompromi. Anak akan belajar dari kita dan mulai berlatih memaafkan dalam kehidupan sehari – hari.

4.      Ajarkan pada anak untuk focus dalam membangun hubungan yang bermakna, mencari kebahagiaan dalam hal kecil dan berusaha sukses.

Banyak orang mencapai kekayaan, kekuasaan dan ketrampilan pada tingkat tertentu. Namun mereka tak pernah menaklukan ketakutan mereka dan tetap yakin dengan diri mereka sendiri. Mari kita ajarkan pada anak kita nilai – nilai persahabatan sejati dan bagaimana orang lain bisa membantu membuat kita lebih kuat. Ajarkan pada anak – anak kita untuk beralih ke ratusan hal kecil yang positif dalam hidupnya ketika mencari kebahagiaan serta menjadi ambisius dan gigih. Kegagalan merupakan kesempatan atau keberhasilan yang tertunda yang akan datang kembali bahkan lebih baik. Tidak ad acara yang lebih baik membantu anak membangun harga dirinya dibandingkan dengan menunjukkan kepada mereka nilai dari orang lain.

5.      Ajarkan pada anak untuk menetapkan cita – cita yang ingin dicapai.

Ingin menjadi manusia pertama di Mars, astronaut atau pemain bola dunia merupkan cita – cita yang ambisius dan menunjukkan betapa kreatifnya anak kita, tapi mungkin mereka tidak dapat menjangkaunya. Bukan ide yang baik memberikan pujian sepanjang waktu kepada anak kita tapi berikanlah mereka gambaran yang realistis dari diri mereka serta kemampuannya. Biarkan mereka memilih tapi kita tetap memberikan alternatifnya. Bantu anak – anak kita untuk merumuskan beberapa tujuan jangka pendek yang mudah dicapai dengan kerja keras dan tujuan yang lebih kecil untuk jangka panjang tapi masih dalam jangkauan. Misalnya ikut les tari, tujuan jangka pendeknya adalah bisa menguasai gerakan tari tertentu, sementara tujuan panjangnya adalah memenangkan kompetisi tari. Dengan cara – cara tadi diharapkan mereka dapat berusaha meningkatkan dan memenangkan beberapa kejuaraan yang lebih besar. Dan perlu kita ketahui bahwa ketika mereka dapat mencapai cita – cita mereka otomatis mereka akan lebih merasa percaya diri dan lebih bahagia.

6.      Ajarkan pada anak untuk belajar teratur untuk meraih hasil yang terbaik.

Banyak orang percaya belajar adalah duduk dan menatap buku selama berjam – jam. Ini bisa menyebabkan anak frustasi dan bosan. Seorang anak membutuhkan keseimbangan yang baik antara belajar, bermain, mengerjakan tugas mereka dan bersenang -  senang. Keseimbangan itu akan tercapai bila dengan mengatur waktu secara efektif. Beberapa mata pelajaran bisa menjadi lebih sulit bila dibanding yang lain dan mereka mungkin memiliki masalah  bila dikejar dengan waktu. Test dapat  membuat stress, kita dapat mencoba membuat cara belajar menjadi menyenangkan dengan film, permainan atau contoh – contoh praktis sehingga anak – anak lebih tertarik dan mudah mengerti.

7.      Pilihkan anak kita di kelas yang focus pada aktifitas fisik.

Pikiran yang sehat berada pada tubuh yang sehat. Latihan fisik di siang hari tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan anak saja, tetapi juga membantu mengembangkan tubuh yang kuat dan lincah yang bisa dibanggakan. Sambil berolah raga akan memungkinkan anak – anak meningkatkan ketrampilan sosialnya.

8.      Bermain dengan anak setiap ada kesempatan.

Beberapa kontak emosional dan fisik dengan orang lain setiap hari sangat penting bagi anak. Kita sebagai orangtua harus menyisihkan waktu untuk mendengarkan cerita mereka, ikut terlibat dalam beberapa kegiatan kreatif dan mengajarkan beberapa ketrampilan yang dapat dimanfaatkan oleh anak saat ini ataupun di masa yang akan datang. Apapun dapat dibuat menjadi sebuah permainan yang dapat menciptakan banyak kesempatan agar anak dapat bekerja dlam tim, memecahkan masalah secara bersama dan mengekspresikan dirinya secara bebas.

9.      Memberikan suri tauladan yang baik dengan mempraktekkan apa yang kita katakan.

Anak – anak akan menyeap informasi dari lingkungan di sekitarnya dan akan melihat ke kita sebagai sumber utama informasi tentang perilaku yang bisa diterima. Pastikan kita menunjukkan pada anak – anak kita bagaimana seseorang harus besikap, jangan hanya memberitahukan apa yang harus mereka lakukan tetapi kita juga harus melakukan apa yang sering kita katakana sehingga anak akan mencontoh. Jika anak melihat orangtuanya tidak takut mengekspresikan dirinya, maka mereka akan mencoba menjadi baik kepada orang lain dan sangat terbuka. Anak akan meniru peilaku percaya diri kita dalam kehidupan mereka.

10.  Ajarkan anak bertanggung jawab dan bekerja keras.

Seorang anak tidak boleh diberlakukan standard yang tinggi sama seperti orang dewasa, tetapi mereka harus memahami bahwa tindakan mereka mempengaruhi orang lain dan ada orang yang mengandalkan mereka. Jika anak mengerti mengapa meeka perlu melakukan pekerjaan mereka dan dibutuhkan kerja keras untuk mencari nafkah, maka ia akan memiliki pandangan yang berbeda tentang kehidupan.

Anak – anak sering senang membantu orang tua mereka dan merasa bangga ikut berkontribusi. Dengan cara ini anak – anak tahu bahwa mereka mampu dalam banyak hal dan orang – orang bergantung padanya. Perasaan ini akan membantu membangun kepercayaan diri mereka. Saat ingin membantu anak membangun rasa percaya dirinya sebaiknya menggunakan komunikasi yang baik dan biarkan mereka membuat pilihannya sendiri.

 

III.                KIAT – KIAT MEMBANGUN RASA PERCAYA DIRI PADA ANAK

Membangun rasa percaya diri anak memang termasuk tugas berat orang tua. Berikut ini ini beberapa hal yang penting yang dapat diterapkan agar percaya diri anak semakin kuat, antara lain :

1.      Jadilah pendengar yang baik

Sesibuk apapun, ketika anak meminta perhatian kita, cobalah untuk mendengarkan dengan sungguh – sungguh. Tinggalkan pekerjaan, tatap matanya dan biarkan anak berbicara atau bercerita. Mengabaikannya akan membuat anak merasa tidak berharga, tidak layak untuk diperhatikan, maka hal ini akan mengoyak rasa percaya dirinya.

2.      Tunjukkan sikap menghargai

Sekalipun  mungkin keinginan anak kita tidak bisa kita penuhi, memaksa anak untuk selalu menuruti keinginan kita akan merusak rasa percaya diri pada anak.

3.      Biarkan anak membantu.

Kadang orang tua melarang kalau ada anaknya yang membantu, dengan alasan masih kecil atau takut nanti jadi berantakan. Meski anak kita masih kecil, percayalah kalau mereka mampu mengerjakan. Tentunya pekerjaan yang bisa dibantu adalah sesuai dengan kemampuan dan usianya. Misal ketika anak kita masih kecil mereka bisa membantu dengan membawa tas belanjaan kita. Rasa bangga anak dapat membantu kita akan memupuk rasa percaya dirinya.

4.      Biarkan anak kita melakukan sendiri apa yang sudah bisa ia lakukan

Pekerjaan – pekerjaan kecil yang bisa ia lakukan ketika kecil misalnya makan sendiri atau memakai sepatu dan baju sendiri. Pekerjaan ini pada awalnya belum sempurna, tetapi sesuatu yang sempurna diawali dengan kesalahan dan latihan.

Pada intinya selain perhatian dan dukungan, kita juga perlu memberikan kebebasan untuk melakukan sendiri apa yang sudah bisa dilakukan oleh anak kita. Semua itu akan membuat ia berlatih dan tahu. Dan yang lebih penting lagi kita harus percaya kalua anak kita bisa, kepercayaan orang tua akan memupuk dan memperkuat rasa percaya diri anak.

 

IV.                PERAN ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN RASA PERCAYA DIRI PADA ANAK.

Rasa percaya diri anak dapat dilaksanakan dengan melibatkan anak secara aktif dalam tugas rutin sehari – hari. Anak yang terlibat dalam tugas rumah tangga bila dewasa kelak akan menjadi sosok yang lebih bertanggung jawab dan lebih percaya diri. Berikut ini adalah strategi – strategi dalam mendidik anak yang baik dan positif serta percaya diri:

1.      Ajari anak untuk mencintai dan menyayangi dirinya sendiri.

Sebelumnya perhatikan diri kita sendiri dahulu, luangkan waktu di tengah kesibukan untuk berolah raga, merawat diri dan mengembangkan pribadi kita. Sadarlah bahwa orang tua yang tidak mengahargai dirinya sendiri akan membesarkan anak dengan sifat yang sama.

2.      Luangkan waktu yang berkualitas setiap hari.

Tunjukkan betapa kita sungguh bergembira atas kehadiran anak – anak kita. Jadilah “ahli gembira” bagi ptra putri kita. Ubahlah waktu mengerjakan tugas harian menjadi moment yang berharga dan istimewa. Bernyanyi, memeluk, berbagi tawa dan cerita dapat membuat saat – saat biasa menjadi tak terlupakan yang kelak akan menambah percaya dirinya.

3.      Jadilah pendengar yang baik.

Hal ini bukanlah mudah bagi orang tua. Betapa sering orang tua menyela dan sibuk dengan nasehat – nasehat bahkan pada saat anak belum selesai bicara. Simpanlah kekhawatiran – kekhawatirankita pada saat mendengarkan. Cobalah untuk mendengarkan anak  sepenuhnya tanpa menghakimi. Kita perlu menahan untuk tidak memikirkan atau memberikan pendapat udut kita sendiri. Dengarkan mereka dengan hati yang terbuka dan penuh kasih sayang. Lupakan diri kita dan tempatkanlah diri kita pada sudut pandang anak kita. Ajukan pertanyaan – pertanyaan sebagai ganti dari memberikan pendapat. Cara orang tua mendengarkan tanpa menghakimi akan membuat anak merasa diterima dan dimengerti selanjutnya menjadi lebih percaya diri.

4.      Seringlah tertawa, karena kegembiraan itu menular.

Anggaplah pada saat ini kita mendapat tantangan untuk melakukan ‘tersenyum selama 30 hari bersama keluarga’. Kita akan melihat keajaiban dari kegembiraan dan kasih sayang yang kita bawa kepada orang –orang disekitar kita. Buatlah moment sehari – hari menjadi luar biasa berkat kegembiraan dan semangat yang kita bawa ke dalamnya.

5.      Beikan pengakuan dn penghargaan.

Latihlah mulai dari kita sendiri untuk memberikan penghargaan terhadap setiap keberhasilan,bahkan yang paling kecil sekalipun. Berikan penghargaan yang tulus atas tugas – tugas sederhana kita. Penghargaan ini akan memberi semangat baru dalam hidup kita untuk menjalankan tugas yang lebih besar. Bagikan penghargaan ini juga kepada anak – anak kita. Berikan pujian, pengakuan dan penghargaan yang tulus kepada mereka.

6.      Disiplinkan anak dengan hormat.

Ajarkanlah anak untuk turut bertanggungjawab atas tugas – tugas rutin dalam rumah tangga. Anak yang secara aktif turut dilibatkan dalam tugas rutin dalam rumah tannga pada usia dewasanya akan memiliki rasa tanggung jawab yang lebih besar. Perbaiki kesalahan mereka dengan kelembutan namun harus tetap konsisten terus menerus.Berikan konsekwensi yang wajar dari pelanggaran dengan tujuan untuk mengajarkan tanggung jawab pada mereka. Disiplinkan anak tanpa menunjukkan kuasa dan kemarahan kita, maka anak akan belajar tumbuh dengan pengendalian dan rasa percaya diri yang tinggi.

7.      Berilah ruang bagi putra – putri kita untuk melakukan kesalahan.

Ingatlah bahwa setiap orang, apalagi seorang anak, berhak untuk melakukan kesalahan. Kesalahan merupakan bagian dari proses pembelajaran. Temukanlah kebaikan dalam kesalahan – kesalahan yang mereka lakukan, maka anak akan belajar untu berani bejuang menghadapi tantangan dan resiko serta lebih percaya diri.

8.      Tanamkan nilai – nilai kejujuran, tanggung jawab dan semangat saling membantu.

Tunjukkan dalam keseharian kita bagaimana kita selalu konsisten dengan nilai – nilai.Libatkan anak – anak kita dalam kegiatan sosial yang secara rutin kita lakukan. Maka anak – anak kita akan tumbuh dengan karakter positif dan rasa percaya diri yang kuat dalam diri mereka.

 

V.                 PENUTUP

Cintailah anak – anak kita dengan tulus tanpa syarat, dan ungkapkanlah besarnya kasih sayang kita tersebut terhadap mereka. Anak yang berada dalam kasih sayang yang tulus akan tumbuh dengan lebih gembira, menyenangkan, dapat diandalkan serta lebih percaya diri.

 

VI.               DAFTAR PUSTAKA

Cahyadi Takariawan dalam Grand Opening Parenting Care, Gedung Sadewa Kulon Progo, 2012.

 

Ida Nur Laila, Smart Parenting : Menyayangi Anak Sepenuh Hati, Era Intermedia,2012.

 

Kiat Praktis Mengasuh Anak Usia Dini Melalui BKB,  Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak, BKKBN, Jakarta, 2012.

 

Menjadi Orangtua Hebat, Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak, BKKBN, 2015.

 

Petunjuk Pemanfaatan Media Interaksi Orang Tua dan Balita, BKKBN DIY, 2007

 

Profil Perlindungan Anak, BPPM DIY, 2012.

 

Rahayu Pawitri, Menjadi Orang Tua Sekaligus Sahabat Anak, dalam http://id.thasianparent.com.